Bali, 4 Agustus 2025 — Jika Anda mengira keindahan Bali hanya sebatas pantai dan pura, maka saatnya menengok sisi lain pulau dewata: Desa Pinggan, sebuah desa kecil di Kintamani yang menyuguhkan panorama pegunungan bak negeri di atas awan.
Berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl, Desa Pinggan menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang luar biasa, dengan Gunung Batur menjulang megah di tengah kabut pagi. Tak heran jika tempat ini kini mulai dilirik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin merasakan suasana alam Bali yang lebih tenang dan alami.
"Ini seperti mimpi. Saya belum pernah melihat pemandangan seindah ini selama di Bali," ujar Jason, wisatawan asal Australia, yang menginap di salah satu penginapan lokal.
Selain menjadi spot favorit bagi fotografer dan pencinta alam, Desa Pinggan juga menawarkan pengalaman budaya lokal yang masih otentik. Wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, mencicipi kopi Bali asli, hingga mengikuti upacara adat yang rutin digelar.
Untuk menuju Desa Pinggan, wisatawan bisa menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Denpasar atau 1 jam dari Ubud. Disarankan untuk datang sebelum pukul 05.30 pagi agar tidak melewatkan momen matahari terbit terbaik.
Dengan meningkatnya minat terhadap destinasi alam dan wisata yang lebih personal, Desa Pinggan diprediksi akan menjadi hidden gem baru di Bali yang wajib dikunjungi dalam beberapa tahun ke depan.