Keindahan Desa Penglipuran
Desa Penglipuran adalah salah satu desa adat di Bali yang terkenal dengan keasrian dan keunikan tata letak rumah tradisionalnya. Terletak di Kabupaten Bangli, desa ini menawarkan pemandangan yang memanjakan mata dan atmosfer yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Sejarah dan Budaya
Desa Penglipuran memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan tradisi dan budaya Bali. Desa ini didirikan oleh leluhur yang berasal dari Kerajaan Bangli pada abad ke-8. Nama "Penglipuran" berasal dari kata "Pengeling Pura" yang berarti tempat suci untuk mengenang leluhur. Hingga saat ini, warga desa masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Arsitektur Unik
Salah satu daya tarik utama Desa Penglipuran adalah arsitektur rumah-rumahnya yang seragam dan teratur. Setiap rumah memiliki gerbang masuk yang disebut "angkul-angkul" dengan desain tradisional Bali. Lorong utama desa dihiasi dengan taman-taman hijau dan jalanan yang bersih, menciptakan suasana yang sangat nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung.
Lingkungan Hijau dan Bersih
Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Kesadaran lingkungan yang tinggi dari masyarakat setempat membuat desa ini bebas dari sampah plastik dan polusi. Kebersihan dan kehijauan desa menjadi contoh bagi tempat-tempat lain dalam hal pelestarian lingkungan.
Aktivitas Wisata
Di Desa Penglipuran, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas yang menarik, seperti:
- Berjalan-jalan di sepanjang lorong utama desa dan menikmati keindahan arsitektur tradisional.
- Mengunjungi rumah-rumah warga yang menyambut dengan ramah dan berbagi cerita tentang kehidupan desa.
- Mengikuti workshop kerajinan tangan tradisional Bali seperti anyaman bambu dan pembuatan kain tenun.
- Menjelajahi hutan bambu yang terletak di bagian belakang desa, menawarkan pemandangan alam yang asri dan udara segar.
Akses dan Lokasi
Desa Penglipuran terletak sekitar 45 km dari Denpasar, ibu kota Bali. Desa ini dapat dicapai dengan perjalanan darat sekitar 1,5 jam dari Denpasar atau sekitar 1 jam dari Ubud. Akses jalan yang baik memudahkan pengunjung untuk mencapai desa ini dengan kendaraan pribadi atau taksi.