Bali, 28 Juli 2025 – Pulau Bali kembali mencuri perhatian dunia pariwisata internasional. Kali ini, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia versi Green Destinations Foundation 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Bali dalam melestarikan budaya dan menjaga lingkungan.
Desa yang berada di ketinggian sekitar 700 mdpl ini terkenal dengan arsitektur rumah adat yang masih asli, jalanan batu yang tertata rapi, dan lingkungan yang bersih tanpa kendaraan bermotor di area pemukiman. Para wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan langsung kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai adat dan tradisi Bali.
"Kami bangga bisa menjadi contoh desa wisata berkelanjutan. Semua ini berkat gotong royong warga dan dukungan pemerintah," ujar I Nyoman Sudarma, Kepala Desa Penglipuran.
Selain kebersihan, daya tarik lainnya adalah hutan bambu seluas 45 hektar di sisi utara desa yang menjadi tempat wisata edukasi dan pelestarian lingkungan. Tidak ketinggalan, berbagai upacara adat seperti Ngusaba Desa dan Galungan rutin digelar dan terbuka untuk disaksikan wisatawan, memberi pengalaman budaya yang otentik.
Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik penghargaan ini dan berencana mendorong desa-desa wisata lainnya untuk menerapkan prinsip serupa. “Bali bukan hanya tentang pantai dan hiburan malam, tapi juga kekayaan budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga,” ujar Kadis Pariwisata Bali, Tjokorda Gde Putra.
Dengan pencapaian ini, Desa Penglipuran tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan di Bali, tetapi juga simbol dari masa depan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.